
Dari hasil studi terbaru, lima tahun ke depan mobil bensin diprediksi akan terus mendominasi pasar otomotif Indonesia, meskipun mobil listrik dan teknologi hybrid mulai banyak ditemukan.
Analisis Pasar
Studi dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI menunjukkan bahwa mayoritas konsumen Indonesia lebih memilih mobil berbahan bakar minyak (BBM) dibanding mobil elektrifikasi. Dari 1.511 responden calon pembeli mobil dalam lima tahun mendatang, 81%δ» lebih memilih mobil bensin, sementara pangsa pasar xEV hanya sekitar 19%.
Faktor Penyebab Dominasi
Beberapa faktor mendasari dominasi mobil bensin ini, seperti harga mobil listrik yang masih tinggi, infrastruktur pengisian daya yang belum merata, dan preferensi konsumen terhadap performa dan kenyamanan yang ditawarkan mobil ICE. Selain itu, teknologi hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik juga menjadi pilihan alternatif yang populer.
Prediksi Masa Depan
Meskipun mobil listrik dan teknologi hybrid menjanjikan masa depan yang lebih hijau, dominasi mobil bensin diproyeksikan akan terus berlangsung selama lima tahun ke depan. Namun, dengan perkembangan teknologi dan peningkatan aksesibilitas mobil listrik, pangsa pasar xEV diperkirakan akan bertumbuh secara perlahan.
Penutup:
Untuk saat ini, mobil bensin dan hybridδ» menjadi pilihan utama konsumen Indonesia. Namun, pemain industri dan pemerintah harus terus berupaya meningkatkan aksesibilitas dan daya saing mobil listrik untuk memastikan transisi ke era mobilitas yang lebih lestari.










