
Pahami Fenomena ‘Gray Divorce’
Perceraian di usia senja atau gray divorce kian menarik perhatian, terutama setelah gugatan cerai Atalia Praratya terhadap Ridwan Kamil setelah puluhan tahun berumah tangga. Gugatan ini terdaftar di Pengadilan Agama Bandung, dengan sidang perdana pada 17 Desember 2025. Namun, detail perkara belum diketahui secara pasti.
Faktor yang Mungkin Memicu ‘Gray Divorce’
Studi menunjukkan bahwa faktor seperti perubahan kebutuhan emosional, kurangnya komunikasi, atau masalah finansial dapat menjadi pemicu utama. hubungan jangka panjang seringkali tergerus oleh perubahan lifestyle atau prioritas masing-masing pasangan.
Cara Mencegah ‘Gray Divorce’
1. Komunikasi Terbuka: Pastikan untuk sering berbicara tentang harapan dan kebutuhan masing-masing.
2. Konseling Pasangan: Konseling dapat membantu mengatasi masalah sebelum menjadi lebih serius.
3. Perhatikan Perubahan: Waspadai tanda-tanda ketidakbahagiaan dan segera berikan perhatian lebih.
Apa yang Perlu Diketahui
Gray divorce bukan hanya masalah emosional, tetapi juga dapat mempengaruhi aspek finansial dan kesehatan mental. Studi ilmiah menunjukkan bahwa pasangan yang bercerai di usia senja lebih rentan mengalami depresi atau masalah kesehatan lainnya.
Kesimpulan
Gray divorce menunjukkan pentingnya menjaga kualitas hubungan sepanjang waktu. Dengan perhatian dan komitmen, pasangan dapat menghindari masalah yang berpotensi mempengaruhi kesehatan mental dan hubungan jangka panjang. Jika merasa ada masalah, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.












