
Situasi darurat di wilayah terdampak banjir seringkali memaksa warga, termasuk anak-anak, mengonsumsi makanan seadanya. Mi instan sering menjadi pilihan utama karena praktis dan mudah didapatkan.
“Yang pertama kita harus merujuk kepada kebutuhan makan bayi dan balita. Jadi kalau memang dalam keadaan darurat, ya kita mau ngomong apa, daripada anaknya tidak makan,” ujar ahli gizi masyarakat dr Tan Shot Yen.
Meski bisa menjadi penyelamat di hari pertama, dr Tan menekankan bahwa konsumsi mi instan tidak boleh berlarut-larut. Jika hal ini berlangsung lebih dari satu atau dua hari, kecukupan gizi harian anak bisa tidak terpenuhi.












