
Pendahuluan
Kebergantungan anak muda pada chatbot artificial intelligence (AI), seperti ChatGPT, menjadi sorotan ilmuwan. Bukan hanya untuk mencari informasi, generasi muda kini juga menjadikan chatbot sebagai sumber dukungan emosional. Ini menimbulkan khawatir, terutama karena risiko yang mungkin timbul.
Penjelasan Mendalam
Studi dari University College London menunjukkan bahwa kecenderungan ini dapat menghambat kemampuan generasi muda dalam membentuk ikatan emosional jangka panjang. Chatbot, yang semakin sering digunakan sebagai alat terapi dan pendampingan, menjadi indikator munculnya ‘epidemi kesepian’ di kalangan manusia modern.
Manfaat dan Risiko
Meski chatbot dapat memberikan dukungan instan, ilmuwan menekankan pentingnya interaksi manusia nyata untuk kesehatan mental yang seimbang. Generasi muda harus sadar bahwa penggunaan berlebihan pada AI mungkin mengurangi kemampuan mereka dalam membangun hubungan emosional yang lebih dalam.
Penutup
Keseimbangan adalah kunci. Meskipun chatbot dapat menjadi alat bantu yang berguna, penting untuk tetap menjaga interaksi sosial yang nyata. Jika dirasa ada masalah dalam kesehatan mental, konsultasi dengan profesional kesehatan mental adalah langkah yang bijak.












