
Ramai sejumlah pihak menilai makan bergizi gratis (MBG) sebaiknya dihentikan saat libur sekolah karena dianggap tidak efektif, sulit diawasi, hingga dicurigai sekadar upaya menghabiskan anggaran akhir tahun.
Perdebatan tersebut menguat setelah distribusi menu MBG di libur sekolah ‘dirapel’ dan dibagikan dalam bentuk makanan kering. Sebagian masyarakat mempertanyakan urgensinya, terutama untuk anak sekolah yang tidak hadir di kelas dan dinilai bisa mendapatkan asupan makanan dari rumah.
Menanggapi hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak akan menghentikan program MBG selama libur sekolah. Kepala BGN Prof Dadan Hindayana menekankan program ini tidak semata-mata bergantung pada kalender pendidikan, melainkan pada kebutuhan gizi kelompok rentan yang harus dijaga secara berkelanjutan.












