
Uap tipis yang mengepul dari secangkir kopi kerap menjadi penanda kenikmatan. Banyak orang bahkan merasa minuman belum ‘pas’ jika belum benar-benar panas.
Menurut Vincent Ho, Associate Professor sekaligus gastroenterolog klinis di Western Sydney University, kebiasaan mengonsumsi minuman bersuhu terlalu tinggi dapat berdampak serius pada kesehatan kerongkongan berdasarkan beberapa laporan studi.
“Yang menjadi masalah bukanlah kopi atau tehnya, melainkan suhu saat diminum. Minuman yang terlalu panas dapat melukai lapisan esofagus jika dikonsumsi berulang dalam jangka panjang,” beber Ho, dikutip dari CNA.












