
Push the limit kerap dikaitkan dengan olahraga berat dan rasa nyeri yang dianggap tanda latihan berhasil. Namun, hal ini juga menyimpan risiko cedera atau jantung kolaps jika dilakukan tanpa memahami batas tubuh.
Dr. Anita Suryani, SpKO dari EMC Healthcare, mengungkapkan bahwa push the limit tergantung pada minat dan bakat. “Minat olahraga berat harus disesuaikan dengan kapasitas tubuh,” ujar dr. Anita.
Manfaat Utama:
Latihan intens dapat meningkatkan performa, namun harus dilakukan dengan perhatian pada tanda-tanda bahaya seperti denyut jantung tidak normal atau kelelahan berlebih.
Cara Penerapan:
Mulailah dengan latihan moderat, perhatikan denyut jantung, dan hindari latihan berlebihan tanpa orientasi medis.
Fakta Ilmiah:
Memaksakan tubuh tanpa batasan dapat menyebabkan kerusakan jantung atau bahkan kematian mendadak.
Dengan memahami batas tubuh dan konsultasi dengan ahli, Anda dapat menikmati manfaat olahraga tanpa menyebabkan risiko jangka panjang.










