
Keberanian Aurelie Moeremans mengungkap luka masa lalunya lewat buku ‘Broken Strings’ tidak hanya menginspirasi, tapi juga menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya empati bagi penyintas kekerasan seksual.
Dalam akun Instagram pribadinya, Aurelie mengungkap alasan merilis buku Broken Strings yang berisi trauma masa lalunya. Dia berharap pengalamannya yang kelam bisa menjadi pelajaran berharga bagi gadis-gadis muda lainnya agar tidak terjebak dalam pola hubungan yang manipulatif.
“Dia (suami) yang dari awal percaya ceritaku bisa jadi sesuatu yang baik dan berarti buat banyak gadis muda lainnya,” tulis Aurelie dalam salah satu keterangan unggahannya.






