
Minat masyarakat terhadap mobil bekas terus meningkat seiring kebutuhan mobilitas dan pertimbangan harga yang lebih terjangkau. Namun di sisi lain, transaksi mobil bekas masih diiringi berbagai tantangan, mulai dari kekhawatiran kualitas kendaraan yang tidak sesuai, proses pembelian yang rumit, hingga potensi penipuan yang merugikan konsumen.
Tidak sedikit pembeli mobil bekas harus mengeluarkan biaya tambahan setelah transaksi terjadi, baik untuk servis lanjutan, penggantian suku cadang, maupun perbaikan mesin akibat kondisi kendaraan yang tidak terdeteksi sejak awal. Kondisi ini membuat calon pembeli dituntut lebih cermat dan selektif sebelum memutuskan transaksi.
Menjawab keresahan tersebut, Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar menegaskan pentingnya membeli kendaraan melalui platform yang memiliki tenaga ahli dan sistem inspeksi yang jelas. Menurutnya, transparansi dan standar kualitas menjadi kunci agar konsumen terhindar dari risiko kerugian.








