
Beberapa waktu lalu, BPJS Kesehatan melaporkan bahwa tren skrining kesehatan semakin meningkat signifikan. Dari 79,5 juta peserta JKN yang melakukan skrining, sebanyak 33,6 juta diantaranya teridentifikasi mengidap penyakit kronis. Penyakit jantung dan stroke menjadi masalah utama, sementara penyakit seperti kanker paru, kanker payudara, dan hepatitis B juga menunjukkan angka yang cukup tinggi.
Manfaat Utama Skrining BPJS
Skrining BPJS menjadi alat penting untuk mendeteksi masalah kesehatan secara dini. Dengan memanfaatkan layanan ini, peserta dapat menghindari komplikasi yang lebih serius di kemudian hari. Misalnya, bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terkena stroke, skrining dapat membantu dalam pengelolaan risiko melalui perubahan gaya hidup atau pengobatan dini.
Cara Penerapan Skrining BPJS
Untuk memanfaatkan skrining, peserta JKN hanya perlu mengunjungi fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS. Prosesnya mudah dan tidak memerlukan biaya tambahan. Setelah pemeriksaan, peserta akan mendapatkan hasil yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk menjaga kesehatan.
Fakta Ilmiah Dari Skrining BPJS
Studi menunjukkan bahwa skrining dapat mengurangi angka kematian akibat penyakit kronis melalui deteksi dini. Misalnya, skrining untuk kanker payudara dan paru dapat meningkatkan peluang sembuh dengan perawatan yang lebih cepat.
Penutup
Skrining BPJS adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia. Dengan memanfaatkan layanan ini, setiap orang dapat lebih waspada terhadap risiko penyakit dan berupaya mencegahnya. Bagi yang memiliki hasil skrining menunjukkan risiko tinggi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk langkah selanjutnya.








