
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti salah satu kondisi kesehatan anak yang masih belum banyak menjadi perhatian, yaitu demam rematik dan penyakit jantung koroner. Demam rematik merupakan reaksi kekebalan tubuh yang muncul 1-5 minggu setelah anak mengalami radang tenggorokan akibat infeksi bakteri Streptococcus beta-hemolyticus grup A (SGA).
Ketika anak terlambat ditangani oleh tim medis, salah satu komplikasi yang dapat muncul adalah penyakit jantung rematik. Kondisi ini dapat memicu kecacatan pada katup jantung, sehingga anak rentan mengalami gagal jantung dan stroke.
Ketua Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI dr Rizky Adriansyah, M Ked(Ped), SpA, Subsp Kardio(K) mengungkapkan demam rematik secara umum dapat menyerang organ lain. Selain pada jantung, kondisi ini dapat memicu gangguan pada otak, kulit, hingga sendi.








