
Jika selama ini emas dianggap sebagai standar tertinggi nilai komoditas, fenomena unik di industri peternakan mungkin akan mengubah pandangan tersebut. Produk sampingan berupa batu empedu sapi kini tercatat memiliki nilai ekonomi yang sangat fantastis, bahkan harganya secara konsisten melampaui harga emas murni per onsnya.
Batu empedu sapi atau yang secara medis merupakan endapan cairan pencernaan yang mengeras ini, menjadi harta karun yang paling dicari dalam industri kesehatan tradisional, khususnya di wilayah Asia Timur.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal, pada tahun 2025 harga batu empedu sapi mencapai angka 5.800 dolar AS per ons (setara Rp90,8 juta). Sebagai perbandingan, nilai tersebut dua kali lipat lebih mahal dibandingkan harga emas pada periode yang sama.












