
India dibuat ketar-ketir oleh kehadiran virus Nipah yang berbahaya. Setidaknya ada lima orang di negara bagian Benggala Barat, India yang sudah dinyatakan positif virus Nipah. Laporan setempat menyebut hampir 100 orang harus dikarantina dan dipantau karena melakukan kontak dengan pasien terinfeksi.
Infeksi virus yang berasal dari kelelawar ini tergolong mematikan. Tingkat kematian yang dilaporkan mencapai lebih dari dua pertiga kasus infeksi. Lalu, bagaimana potensi virus ini sudah masuk di Indonesia?
Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengungkapkan meski Kementerian Kesehatan belum menemukan kasus virus Nipah pada manusia, potensi untuk masuk atau tidak terdeteksi selalu ada. Terlebih, hewan kelelawar sebagai perantara virus ini juga banyak bertempat di Indonesia.










