
Pendahuluan
Di Indonesia, masalah gizi anak sering dipandang sebagai kekurangan makan. Namun, data nasional dan laporan global menunjukkan tantangan lebih kompleks. Anak usia dini, termasuk di Indonesia, sering tidak memenuhi kebutuhan makronutrien seperti protein dan lemak esensial. Ini bukan karena tidak makan, tetapi karena pola makan kurang beragam dan berlebihan pada karbohidrat, ditambah dengan makanan tidak sehat seperti makanan cepat saji.
Masalah Mikronutrien
Selain itu, anak-anak juga menghadapi “hidden hunger,” kondisi di mana kebutuhan vitamin dan mineral tidak terpenuhi meski asupan energi cukup. Studi di jurnal The Lancet menunjukkan defisiensi zat besi, zinc, dan beberapa vitamin masih menjadi masalah utama, yang berdampak pada imunitas, perkembangan kognitif, dan pertumbuhan.
Fase Pertumbuhan yang Penting
Masa balita adalah fase pertumbuhan yang cepat. Tubuh anak membutuhkan nutrisi yang lengkap untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Pemenuhan gizi yang baik pada fase ini menjadi fondasi kesehatan jangka panjang dan kualitas sumber daya manusia.
Penutup
Pentingnya pemenuhan kombinasi makro dan mikro nutrien untuk balita tidak bisa dipandang sebelah mata. Pastikan anak menerima asupan gizi seimbang dengan pola makan yang beragam dan menghindari makanan tidak sehat. Jika ada kekhawatiran, konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter untuk solusi yang lebih spesifik.












