
Pernahkah merasa melihat bayangan menyerupai ‘wajah hantu’ pada benda mati, seperti serat kayu di pintu atau gumpalan awan? Sebelum berasumsi ke arah supranatural atau merasa ‘ketempelan’, fenomena ini berkaitan erat dengan kondisi otak yang disebut pareidolia.
Dalam bahasa Yunani, ‘para’ memiliki arti keliru, salah, atau menyimpang. Kemudian, kata benda ‘eidolon’ memiliki arti gambar, bentuk, atau rupa. Dalam istilah medis, pareidolia merupakan bagian dari apofenia, yakni kecenderungan otak manusia untuk melihat pola atau makna dalam data yang sebenarnya acak.
Fenomena ini bukan sekadar imajinasi, melainkan hasil evolusi otak manusia yang memungkinkan kita mengenali wajah dengan sangat cepat di tengah pemandangan visual yang ramai.










