
Fenomena pelari dengan kecepatan lambat atau ‘pace keong’ masih kerap dianggap sebagai hal memalukan. Tidak sedikit para pemula lari yang akhirnya malas berolahraga atau nggak percaya diri karena merasa mereka tak sekencang pelari lain.
Meskipun begitu, banyak juga pelari pemula yang tak memikirkan stigma ini. Mereka tetap lari dengan bangga walaupun pace-nya dua digit.
Seperti yang dilakukan Nicea (29), karyawan swasta di Jakarta Pusat. Dirinya merasa nyaman bergabung dengan komunitas lari yang tidak berfokus pada kecepatan. Menurutnya suasana seperti ini terasa berbeda dibanding kebanyakan komunitas lari lainnya.










