
Demensia sering kali dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang lansia. Namun, kisah Andre Yarham, seorang pemuda berusia 24 tahun asal Inggris, menjadi pengingat pahit bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia yang sangat produktif.
Andre meninggal dunia pada 27 Desember lalu setelah berjuang melawan Frontotemporal Dementia (FTD) atau demensia frontotemporal. Kondisinya menurun drastis hanya dalam waktu singkat sejak diagnosisnya tepat sebulan sebelum ulang tahunnya yang ke-23.
Berbicara kepada Daily Mail, ibunda Andre, Sam Fairbairn (49), mulai merasa ada yang salah ketika putra yang biasanya ceria dan cerewet itu berubah menjadi pelupa. Andre mulai memberikan jawaban singkat saat diajak bicara dan sering menunjukkan ekspresi wajah kosong.






