
DKI Jakarta mencatat angka depresi lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sebanyak 1,5 persen penduduk DKI Jakarta berusia di atas 15 tahun mengalami depresi, melampaui rerata nasional yang berada di 1,4 persen.
Ketua Tim Kerja Deteksi Dini dan Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Kemenkes, Yunita Arihandayani, menyebut masalah kesehatan mental pada kelompok usia di atas 15 tahun kini menduduki peringkat kedua dari 10 penyakit tertinggi di Indonesia. Jawa Barat menjadi daerah dengan prevalensi tertinggi untuk masalah kesehatan jiwa, yakni 4,4 persen, sedangkan DKI Jakarta berada di angka 2,2 persen, di atas rata-rata nasional sebesar 2 persen.
“Terkait data gangguan depresi, rata-rata nasional 1,4 persen, DKI Jakarta sedikit lebih tinggi, 1,5 persen,” beber Ketua Tim Kerja Deteksi Dini dan Pencegahan Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA Kementerian Kesehatan Yunita Arihandayani dalam diskusi daring, Jumat (21/11/2025).












