
Seiring meningkatnya kasus gagal ginjal di Singapura, negara tersebut saat ini menempati peringkat keempat dunia dalam hal prevalensi penyakit ginjal. Proyeksi menunjukkan bahwa pada 2035, satu dari empat warga Singapura diperkirakan akan hidup dengan penyakit ginjal kronis (CKD). Lonjakan ini terbilang mencolok dibandingkan dengan prevalensi penyakit kronis lainnya seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi yang relatif stabil atau bahkan menurun, menurut National Population Health Survey (NPHS) 2024.
Penjelasan Mendalam
Kenaikan kasus penyakit ginjal di Singapura mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, gaya hidup modern yang seringkali tidak seimbang dapat mempengaruhi kesehatan ginjal. Konsumsi makanan tinggi garam dan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko CKD. Kedua, faktor genetik dan usia juga berperan dalam peningkatan prevalensi penyakit ini.
Cara Penerapan
Untuk mencegah dan mengurangi risiko penyakit ginjal, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Pertama, penting untuk menjaga pola makan sehat dengan batasan garam dan protein yang tepat. Kedua, rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal dapat membantu mengurangi beban pada ginjal. Ketiga, waspada terhadap gejala awal CKD seperti kencing berdarah, bengkak, dan lelah berlebihan.
Penutup
Kasus penyakit ginjal yang melonjak di Singapura menjadi peringatan penting untuk waspada terhadap kesehatan ginjal. Dengan mengadopsi gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin, risiko penyakit ini dapat dikurangi. Jika ada gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
[kesehatan], [penyakit ginjal], [CKD], [Singapura]












