
Curhatan psikolog klinis Lya Fahmi tentang klien yang mengalami kelelahan emosional sebagai warga negara (WNI) viral di media sosial. Dalam unggahannya, Lya mengaku tak menyangka pengalaman profesional yang ia bagikan justru mendapat respons luas dari publik, menandakan perasaan serupa dirasakan banyak orang.
“Aku nggak menduga postingan yang ini viral. Sebenarnya aku nulis gini karena butuh menyalurkan emosi yang terkuras,” kata Lya. Ia mengaku emosinya ikut terkuras setelah mendampingi klien yang datang dengan luapan kemarahan dan tangisan, bukan karena masalah pribadi, melainkan karena kekecewaan terhadap kondisi negara dan apa yang dipertontonkan oleh para pejabat publik.
Respons netizen yang mengaku merasakan hal sama membuatnya memutuskan membagikan pesan yang sebelumnya ia sampaikan secara personal kepada klien tersebut. Pesan itu, kata Lya, relevan bagi siapa pun yang belakangan merasa kecil, lelah, dan tak berdaya sebagai warga negara.












