
Toyota telah menginstruksikan pegawainya di Venezuela untuk bekerja dari rumah sementara waktu akibat serangan militer AS yang dilakukan pada akhir pekan lalu. Serangan tersebut ditujukan untuk menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, yang kemudian dipindahkan ke New York untuk diadili.
Dampak pada Karyawan
Toyota memastikan bahwa semua staf ekspatriat dan keluarga mereka tetap aman, meskipun tidak menyebutkan jumlah karyawan yang terkena dampak kerja jarak jauh. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi yang tidak stabil di Venezuela.
Efek pada Operasional
Perusahaan mengklarifikasi bahwa instruksi ini tidak mempengaruhi penjualan atau operasional produksi. Namun, kondisi ekonomi lokal dan sanksi yang berlangsung selama bertahun-tahun telah memberikan dampak yang lebih luas pada bisnis Toyota di wilayah tersebut.
Reaksi Industri
Langkah Toyota menunjukkan adaptasi cepat terhadap situasi darurat, dengan prioritas utama pada keamanan karyawan. Hal ini juga menggambarkan dampak geopolitik pada industri otomotif global, yang sering kali terpengaruh oleh perubahan kondisi eksternal.










