
Lonjakan kasus influenza di Amerika Serikat kian mengkhawatirkan seiring merebaknya varian baru dengan julukan ‘super flu, influenza A subclade K. Data terbaru menunjukkan, musim flu yang baru berjalan sudah memicu puluhan ribu pasien dirawat inap dan ribuan kematian, menandai eskalasi cepat penyakit menular musiman tersebut.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mencatat hingga 20 Desember, sedikitnya 7,5 juta orang terinfeksi influenza. Dari jumlah tersebut, sekitar 81.000 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara lebih dari 3.100 orang meninggal dunia. Tidak hanya orang dewasa, setidaknya delapan anak dilaporkan meninggal.
Sejumlah negara bagian AS saat ini mencatat prevalensi influenza sangat tinggi, di antaranya Colorado, Louisiana, New Jersey, New York, dan South Carolina. AS juga melaporkan seluruh indikator pemantauan utama menunjukkan tren peningkatan, mulai dari hasil pemeriksaan laboratorium, kunjungan rawat jalan, angka rawat inap, hingga kematian.








