
Kasus ‘rahim copot’ diceritakan influencer kesehatan, dr gia pratama, viral di media sosial. Niatnya mau edukasi, dr Gia yang hanya menceritakan pengalaman praktiknya di masa lalu itu malah menuai kontroversi.
Beberapa dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obsgyn) atau kebidanan dan kandungan, membuat narasi tandingan dengan nada meragukan cerita tersebut. Disebut-sebut, rahim hampir tidak mungkin copot karena strukturnya sangat kuat. Kondisi yang paling mendekati adalah inversio uteri, yakni rahim terbalik yang bisa dikembalikan lagi ke posisi semula.
Narasi tandingan tersebut rupanya jadi bumerang bagi para dokter spesialis. Terlebih muncul cerita lain, bahwa dr Gia pada saat itu menangani kasus ‘rahim copot’ bersama seorang dokter obsgyn senior, yang saat itu masih residen atau pendidikan calon dokter spesialis.












