
Penyakit kulit menjadi masalah kesehatan utama yang menyerang warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan kenaikan kasus signifikan, dengan Sumatera Utara mencatat 10.102 kasus, Aceh 9.610 kasus, dan Sumatera Barat 2.792 kasus pada November-Desember 2025.
Faktor Penyebab dan Risiko
Banjir dan tanah longsor menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri dan jamur, menjadi penyebab utama penyakit kulit. Air keruh dan lingkungan yang basah mempercepat penyebaran infeksi. Warga yang terkena dampak bencana lebih rentan mengalami iritasi kulit, gatal-gatal, dan infeksi kulit lainnya.
Langkah Pencegahan yang Efektif
Warga terdampak banjir disarankan untuk selalu menjaga kebersihan tubuh, menggunakan pakaian kering, dan menghindari kontak langsung dengan air keruh. Jika muncul gejala seperti gatal atau ruam, segera lakukan perawatan dasar dengan sabun antiseptik dan mencari bantuan medis.
Manfaat Mempelajari Penyakit Kulit
Memahami faktor penyebab dan langkah pencegahan penyakit kulit dapat membantu warga terdampak bencana mengurangi risiko infeksi. Dengan edukasi yang baik, masyarakat dapat lebih cepat tanggap dan meminimalisir dampak jangka panjang pada kesehatan.
Penutup: Penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami gejala penyakit kulit, terutama setelah bencana banjir. Dengan perhatian dan langkah pencegahan yang tepat, dampak negatif penyakit kulit dapat diminimalisir.












