
Peringatan IDAI: Waspadai Gula Tambahan yang Sering Disamarkan di Label Pangan
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orang tua untuk lebih cermat dalam membaca label pangan, khususnya pada produk yang dikonsumsi anak. Masalahnya, kandungan gula dalam makanan sering ditulis dengan istilah turunan yang sulit dipahami secara awam. Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa label pangan seharusnya menjadi alat perlindungan bagi anak dari asupan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang.
Manfaat Utama Membaca Label Pangan
Dengan memahami label pangan, orang tua dapat menghindari produk yang mengandung gula tambahan yang berlebihan. Gula yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan masalah kesehatan lainnya pada anak.
Cara Penerapan yang Praktis
– Pelajari Istilah Gula Turunan: Gula bisa ditulis sebagai “fruktosa”, “glukosa”, atau “sirup jagung tinggi fruktosa”. Pahami istilah-istilah ini untuk menghindari produk yang tinggi gula tambahan.
– Perhatikan Kandungan Gula: Cari informasi kandungan gula per porsi dan batasi asupan gula anak sesuai anjuran kesehatan.
Fakta Ilmiah: Dampak Gula pada Anak
Studi menunjukkan bahwa asupan gula tinggi pada anak dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gigi berlubang, obesitas, dan resistensi insulin. Oleh karena itu, penting untuk memberikan makanan sehat dan seimbang bagi anak sejak dini.
Penutup
Dengan memperhatikan label pangan dan memilih produk yang rendah gula tambahan, orang tua dapat melindungi anak dari risiko kesehatan jangka panjang. Jika masih ada pertanyaan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi profesional untuk informasi lebih lanjut.










