
Pengungkapan Azhar Jaya Tentang Pungli di PPDS Unsri
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Azhar Jaya, mengungkap temuan mengejutkan tentang aksi pungli di kasus bullying program pendidikan dokter spesialis (PPDS) ilmu kesehatan mata Universitas Sriwijaya (Unsri) di rsup mohammad hoesin (RSMH) Palembang. Peserta PPDS dipaksa membayar iuran tidak resmi sebesar Rp 15 juta per bulan, yang akhirnya dikumpulkan dan digunakan untuk keperluan pribadi oleh senior.
Manfaat Utama Mengetahui Temuan Ini
Temuan ini memberikan gambaran tentang masalah struktural dalam sistem pendidikan kesehatan Indonesia. Dengan menyadari adanya praktik pungli, calon peserta PPDS dan masyarakat dapat lebih waspada dan memilih lembaga pendidikan yang transparan dan akuntabel.
Fakta Ilmiah Tentang Dampak Pungli di Kesehatan
Praktik pungli tidak hanya merugikan finansial tetapi juga dapat mengganggu kualitas pendidikan dan kesejahteraan peserta. Dalam kasus ini, iuran tidak resmi digunakan untuk keperluan non-akademik seperti makan-makan atau kebutuhan pribadi senior, yang seharusnya tidak terjadi dalam lingkungan pendidikan yang profesional.
Penutup: Langkah Nyata untuk Mencegah Pungli
Temuan Azhar Jaya menegaskan pentingnya transparansi dan pengawasan dalam sistem pendidikan kesehatan. Calon peserta dan masyarakat dianjurkan untuk melakukan riset mendalam sebelum memilih program pendidikan, serta melaporkan praktik tidak wajar kepada instansi terkait. Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, kita dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.










