
Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh menyisakan duka mendalam, bukan hanya karena kerusakan fisik, tetapi juga keterbatasan layanan kesehatan di hari-hari awal pascakejadian. Seorang relawan medis dari Aceh Tengah mengungkapkan, banyak pasien stroke perdarahan tak tertolong lantaran tak bisa segera menjalani operasi.
Gemma, relawan medis yang bertugas di Aceh Tengah, mengatakan sejak awal bencana hingga beberapa hari setelahnya, rumah sakit dan fasilitas kesehatan mengalami keterbatasan serius, terutama untuk penanganan kasus-kasus berat.
“Untuk operasi sendiri sebenarnya sudah mulai berjalan. Tapi sejak awal bencana, banyak pasien stroke perdarahan yang tidak bisa dioperasi karena keterbatasan. Cukup banyak pasien akhirnya meninggal,” kata Gemma dalam diskusi bersama Menkes, via zoom, Selasa (24/12/2025).












