
Intermittent fasting kerap dipilih sebagai cara untuk menurunkan berat badan. Tetapi, masih banyak yang bingung, lebih efektif mana melewatkan sarapan atau skip makan malam?
Dokter dari University Medical Center HCMC, Dr Pham Anh Ngan, menjelaskan intermittent fasting, khususnya metode time-restricted eating atau makan dengan batasan waktu, terbukti membantu penurunan berat badan. Selain itu, metode ini juga bisa memperbaiki sejumlah indikator kesehatan.
Menurutnya, pola makan utama setiap orang bisa berbeda, tergantung kebiasaan. Ada yang menjadikan sarapan sebagai makan besar, sementara sebagian lainnya makan malam justru menjadi waktu asupan terbesar dengan kandungan protein dan sayur yang lebih banyak.












