
Program makan bergizi gratis (MBG) yang tetap berjalan selama libur sekolah menuai pro dan kontra. Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut kebijakan ini dilandasi kekhawatiran penurunan status gizi anak karena pola makan keluarga dinilai tidak terpantau selama masa liburan. Namun alasan tersebut dipertanyakan oleh ahli gizi dr Tan Shot Yen, yang menilai kebijakan BGN tidak berbasis bukti ilmiah.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayati sebelumnya menyatakan layanan MBG tetap diberikan saat libur sekolah untuk mencegah risiko kekurangan gizi pada anak dan ibu.
“Kami ingin memastikan bahwa masa liburan bukan periode berisiko bagi tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu, tapi tetap menjadi fase yang aman karena dukungan gizi tetap berjalan,” kata Khairul Hidayati, dikutip dari laman resmi BGN.












