
Berdasarkan data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC), kasus influenza di Amerika Serikat terus meningkat. Salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas flu tertinggi adalah New York City.
Sejauh ini sebagian besar kasus flu dikaitkan dengan varian baru influenza A yang dikenal sebagai subclade K. Menurut analisis lebih dari 900 sampel flu yang dianaliss, sekitar 90 persen merupakan virus influenza tipe A (H3N2). Dari sampel yang menjalani pengujian genetik lanjutan, hampir 90 persen di antaranya tergolong subclade K.
CDC melaporkan sedikitnya 4,6 juta kasus flu sejauh musim ini dengan sekitar 49 ribu pasien harus menjalani rawat inap. Puncak musim flu masih diperkrakan berlangsung hingga setidaknya bulan Februari, namun, penyebaran varian flu yang dijuluki ‘super flu’ tersebut belum menunjukkan tanda-tanda melambat.












