
Belakangan ini, istilah “Super Flu” mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian flu baru bernama Subclade K yang mendominasi kasus di Inggris, Jepang, hingga sebagian wilayah Amerika Serikat. Bahkan varian ini disebut memicu 71 ribu warga New York terinfeksi dalam sepekan.
Subclade K sebenarnya merupakan cabang mutasi terbaru dari virus influenza a (H3N2) yang sudah bersirkulasi selama puluhan tahun. Para ilmuwan pertama kali mendeteksinya pada Juni 2025 dan sejak saat itu, virus ini menyebar dengan sangat cepat.
Kehadirannya yang bertepatan dengan musim flu yang datang 4-5 minggu lebih awal dari biasanya di beberapa negara seperti Inggris dan Norwegia, membuatnya terlihat lebih agresif.










