
Penelitian kolaboratif ilmuwan China menemukan obat yang menunjukkan aktivitas antivirus yang signifikan pada virus Nipah (NiV). Temuan ini membuka harapan baru bagi pencegahan dan pengobatan penyakit menular tersebut.
Diketahui, obat yang dimaksud adalah obat nukleosida oral VV116, yang sebelumnya disetujui untuk pengobatan COVID-19. Temuan ini dipublikasikan oleh institut virologi wuhan, di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China atau Chinese Academy of Sciences (CAS).
Dalam pernyataan tersebut, sejak wabah pertama yang diketahui di Malaysia pada 1998, virus Nipah menjadi kesehatan masyarakat utama dengan tingkat kematian mencapai 40-70 persen.










