bandara i gusti ngurah rai memasang thermo scanner atau pemindai suhu tubuh untuk mengantisipasi masuknya penumpang diduga terinfeksi ‘Super Flu’ atau influenza A (H3N2) Subclade K.
General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan alat tersebut merupakan fasilitas yang sudah dimiliki sejak masa pandemi COVID-19. Fasilitas itu kembali dimanfaatkan karena gejala yang dipantau dinilai serupa, sehingga penumpang yang terdeteksi mengalami demam dapat segera dipisahkan untuk penanganan lebih lanjut.
“Bandara I Gustu Ngurah Rai karena ini adalah pintu masuk internasional yang cukup besar penggunanya saya kira gejala yang kami pelajari dan kami dapatkan informasi kurang lebih mirip dengan orang flu hanya mungkin ada gejalanya sehingga mendeteksinya itu juga akan lebih terlihat ketika suhu badan tinggi,” kata Nugroho, dikutip Antara, Rabu (7/1/2026).






